BPDP Pacu Hilirisasi Perkebunan: Sulap Tempurung Kelapa Tasikmalaya Jadi Produk Kreatif Berdaya Saing

Terkini 15 Oct 2026 10:18 • 2 min read • 44 views • By A.Fauzi
BPDP Pacu Hilirisasi Perkebunan: Sulap Tempurung Kelapa Tasikmalaya Jadi Produk Kreatif Berdaya Saing
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan komitmennya dalam memacu hilirisasi dan diversifikasi komoditas perkebunan dengan mendukung Workshop Pemanfaatan Tempurung Kelapa Menjadi Aksesoris Kreatif dan Bernilai Jual di Tasikmalaya.

TASIKMALAYA — Komitmen memperkuat rantai nilai dan nilai tambah sektor perkebunan nasional terus digelorakan dari hulu hingga hilir. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Koperasi Produsen Jiwa Mitra Nusantara (JMN) dan LPPM Universitas Siliwangi (Unsil) menggelar Workshop Pemanfaatan Tempurung Kelapa Menjadi Aksesoris Kreatif dan Bernilai Jual di Auditorium Gd. M. Nu'man Somantri (FKIP) Unsil, Kamis (15/10/2026).  

Hadir dan memberikan arahan secara virtual via Zoom, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, menegaskan bahwa BPDP memiliki komitmen kuat untuk tidak hanya berfokus pada komoditas utama secara konvensional, melainkan juga memacu diversifikasi serta hilirisasi produk kriya berbasis komoditas perkebunan, khususnya kelapa.  

"Pendataan dan keberlanjutan perkebunan kita tidak boleh berhenti pada penjualan bahan mentah atau komoditas primer semata. BPDP bertekad mendorong percepatan pemanfaatan hasil samping perkebunan—seperti tempurung kelapa—agar menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mampu mendongkrak pendapatan langsung para petani serta pelaku UMKM di tingkat tapak," papar Helmi Muhansah.  

Dalam pemaparannya, Helmi menjelaskan secara mendalam peran sentral BPDP dalam membangun fondasi kemandirian petani perkebunan melalui skema pendanaan, fasilitasi kemitraan UMKM, hingga penguatan kapasitas kelembagaan koperasi.  

"Melalui skema dukungan kemitraan dan pemberdayaan UMKM Perkebunan, BPDP hadir untuk memastikan bahwa akses peningkatan kapasitas dan keahlian teknis dapat dijangkau langsung oleh masyarakat perkebunan. Kami ingin memotong mata rantai keterbelakangan ekonomi dengan memberikan insentif pelatihan, pendampingan produksi, hingga pembukaan akses pasar modern," jelas Helmi.  

Ia menambahkan, dukungan BPDP terhadap kegiatan workshop kolaboratif di Tasikmalaya ini merupakan wujud nyata langkah lembaga dalam menciptakan ekosistem keusahawanan (entrepreneurship) berbasis perkebunan yang inklusif dan berkelanjutan.  

"Kami melihat Tasikmalaya memiliki rekam jejak kriya yang luar biasa. Dukungan BPDP dalam workshop ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk mendampingi petani dan pengrajin agar mampu bertransformasi dari sekadar penyedia bahan baku menjadi produsen aksesoris berbahan tempurung kelapa yang berstandar tinggi, berdaya saing pasar, dan bernilai jual ekspor," ungkapnya.  

Mengakhiri penyampaiannya, Helmi mengajak seluruh elemen, mulai dari koperasi, perguruan tinggi, hingga pemerintah daerah, untuk terus mengawal keberlanjutan program hilirisasi ini agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung dan berketerusan oleh para petani.  

"Pemberdayaan ini harus menjadi gerakan bersama. BPDP siap terus berdiri di belakang para petani dan pengrajin lokal untuk memastikan komoditas perkebunan Indonesia—termasuk tempurung kelapa—mampu menjadi pilar kesejahteraan ekonomi rakyat yang tangguh dan berkeadilan," tegas Helmi.