Ubah Tempurung Kelapa Jadi Komoditas Berkelas: Koperasi JMN Dorong Tasikmalaya Jadi Pusat Aksesoris Tempurung Kelapa Nasional

Terkini 15 Oct 2026 09:25 • 2 min read • 44 views • By A.Fauzi
Ubah Tempurung Kelapa Jadi Komoditas Berkelas: Koperasi JMN Dorong Tasikmalaya Jadi Pusat Aksesoris Tempurung Kelapa Nasional
Koperasi Produsen Jiwa Mitra Nusantara (JMN) berkolaborasi dengan BPDP dan LPPM Universitas Siliwangi menggelar Workshop Pemanfaatan Tempurung Kelapa Menjadi Aksesoris Kreatif dan Bernilai Jual di Tasikmalaya.

Ubah Tempurung Kelapa Jadi Komoditas Berkelas: Koperasi JMN Dorong Tasikmalaya Jadi Pusat Aksesoris Tempurung Kelapa Nasional

TASIKMALAYA — Selama bertahun-tahun, batok kelapa kerap berakhir hanya sebagai kayu bakar atau limbah tak bertuan di pinggir perkebunan. Padahal, di balik teksturnya yang keras dan legam, terkandung potensi ekonomi bernilai tinggi jika disentuh dengan inovasi dan kreativitas.

Melihat celah besar tersebut, Koperasi Produsen Jiwa Mitra Nusantara (JMN) berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan LPPM Universitas Siliwangi menggelar Workshop Pemanfaatan Tempurung Kelapa Menjadi Aksesoris Kreatif dan Bernilai Jual di Auditorium Gd. M. Nu'man Somantri (FKIP) Universitas Siliwangi, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini mempertemukan ekosistem lintas sektor, mulai dari anggota koperasi, mahasiswa, petani, pelaku UMKM, hingga para pengrajin lokal.

Ketua Koperasi JMN, Muhaemin Abdul Basit, S.P., M.P., menegaskan bahwa persoalan mendasar komoditas perkebunan di tingkat tapak kerap berada pada jurang pemisah antara ketersediaan bahan baku dan kapasitas mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.

"Banyak petani kita melimpah secara bahan baku, tetapi mereka terkendala dalam hal kapasitas dan daya saing untuk meningkatkan nilai jual. Kita tidak boleh lagi membiarkan potensi kelapa hanya berhenti sampai di daging buahnya saja. Tempurung atau batoknya ini punya nilai ekonomi tinggi jika diolah menjadi aksesoris kreatif yang bernilai estetika dan dilirik pasar modern," ujar Muhaemin Abdul Basit, S.P., M.P.

Muhaemin menambahkan, workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan langkah strategis untuk membentuk hilirisasi produk kreatif berbasis perkebunan dari Tasikmalaya.   

"Visi besar kita adalah mendorong Tasikmalaya berdiri tegak sebagai pusat pemanfaatan tempurung kelapa menjadi aksesoris kreatif nasional. Koperasi JMN bersama para mitra berkomitmen mendampingi petani dan pengrajin dari hulu ke hilir—mulai dari peningkatan keterampilan, standar kualitas, hingga akses pasar yang lebih luas," tegasnya.   

Melalui sinergi antara akademisi, lembaga pengelola dana, pengrajin, dan koperasi, acara ini diharapkan menjadi pemicu munculnya wirausaha baru serta mengangkat komoditas lokal Tasikmalaya ke panggung nasional bahkan internasional.